Skip to main content

KECINTAAN GENERASI MUDA TERHADAP BAHASA INDONESIA DINILAI SANGAT RENDAH

Tantinia Wahyu Ningtiyas
 S.Tr KEPERAWATAN LAWANG


Banyak masalah yang timbul pada generasi muda, salah satu hal yang sangat serius adalah banyaknya generasi muda lebih suka menggunakan bahasa gaul, kekinian dan bahasa asing daripada bahasa Indonesia. Kecintaan generasi muda terhadap bahasa Indonesia dinilai sangat rendah, karena lebih sering menggunakan bahasa gaul dan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari. Contohnya banyak penggunaan bahasa gaul dan bahasa asing dalam sosial media, dan lebih sering diucapkan dalam sehari-hari.
Penggunaan sosial media banyak dilindungi oleh berbagai kalangan baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Dalam penggunaan tersebut dapat dilihat banyaknya penggunaan bahasa gaul dan bahasa asing dalam membuat status atau vlog, ada juga yang menggunakan bahasa Indonesia dalam sosial media, tetapi bahasa Indonesia yang digunakan masih belum sempurna dan tidak sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari membuat rasa cinta terhadap bahasa Indonesia semakin memudar. Faktanya banyak ditemukan generasi muda yang menganggap remeh bahkan tidak menyukai pelajaran bahasa Indonesia, mereka lebih menyukai bahasa inggris yang dianggap lebih penting untuk dipelajari daripada mempelajari bahasa Indonesia.
Bagi generasi muda berbanggalah karena mempunyai pedoman yang terdapat pada bunyi sumpah pemuda ketiga berbunyi “ kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Pada bunyi sumpah pemuda ketiga tersebut merupakan suatu anugerah yang tak terkira, karena bangsa Indonesia memiliki bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
Sebagai generasi muda yang benar harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dilingkungan masyarakat. Untuk para pemuda sebaiknya mulai belajar mencintai bahasanya sendiri, dengan cara perlahan untuk mempelajarinya dan menerapkan kedalam kehidupan sehari-hari.     




Comments