CARA MENULIS ARTIKEL ILMIAH BEBAS
PLAGIASI PADA MAHASISWA
Tantinia Wahyu Ningtiyas
S.Tr Keperawatan Lawang
Sebagai
mahasiswa yang dapat memenuhi peraturan tentang kaidah penulisan artikel yang
bebas plagiasi,maka mahasiswa harus membuat artikel dengan cara: menyiapkan
referensi, mengutip ide atau gagasan orang lain, mencantumkan daftar rujukan,
dan yang terakhir mengecek plagiat atau tidak artikel yang dibuat. Sebelum membahas
bagaimana cara membuat artikel bebas plagiasi, terlebih dahulu harus mengetahui
definisi plagiasi. Plagiarisme adalah menjiplak suatu ide atau gagasan orang
lain tanpa ada izin dari orang tersebut.
Menurut
Zalnur (2012:65) mengatakan bahwa terdapat tiga bentuk tindakan
plagiarisme yang dilakukan oleh mahasiswa yaitu: 1). Mengambil ide orang
lain, lalu para mahasiswa mengakui bahwa hasil karya tersebut hasil
pemikirannya sendiri. 2). Mengambil tulisan orang lain kemudian para
mahasiswa memparafrasakan tulisan orang lain tersebut dengan kalimatnya
sendiri. 3). Mengambil teks dengan keseluruhan, selanjutnya tulisan tersebut
ditulis kembali tanpa adanya tambahan apapun dari mahasiswa.
Ironisnya,
maraknya tindakan plagiarisme di kalangan mahasiswa merupakan bukti nyata.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, mahasiswa
dengan mudah dapat mengakses informasi. Pada akhirnya, banyak yang terjebak
penyelesaian tugas dengan cara instan yaitu dengan cara menyalin berbagai pikiran
atau ide orang lain tanpa memperhatikan kaidah penulisan artikel yang baik dan
benar. (widyartono 2015:439).
Agar
terhindar dari plagiarism tersebut dapat dilakukan dengan cara:
1. Menyiapkan referensi
Sebelum membuat artikel langkah
pertama adalah mencari referensi , mencari referensi dapat dilakukan di https://scholar.google.co.id, disitu
banyak terdapat artikel yang akan dicari.
Di google scholar terdapat banyak kumpulan artikel, hanya tinggal memilih yang
sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Mengutip ide atau
gagasan orang lain
Menurut Wibowo (2012:199) mengatakan bahwa
pendekatan yang paling tepat untuk menghindari plagiarisme adalah melakukan
parafrasa yang dapat diartikan secara
bebas sebagai upaya mengangkat intisari dari bacaan dan menulis kembali dengan
menggunakan kata-kata sendiri. Langkah-langkah melakukan parafrasa meliputi
membaca dan memahami sebagian dari karya ilmiah penulis asli yang akan dikutip;
memperhatikan bagian tersebut, kemudian menulis kembali dengan kata-kata
sendiri tanpa merubah makna atau pesan yang ditulis oleh penulis asli serta
menulis nama penulis asli dan sumber informasinya.
3.
Mencantumkan daftar
rujukan
Berbagai sumber dapat dimanfaatkan
dalam penulisan karya ilmiah. Tetapi, setelah memanfaatkan tulisan dari
berbagai sumber melalui kutipan, harus mencantumkan sumber kutipan tersebut
dengan menulis daftar rujukan. Daftar rujukan ditulis jika dalam tulisan memang
menggunakan rujukan dari orang lain atau menggunakan kutipan (widyartono
2015:68).
Widyartono D (2015). Panduan
Menulis Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi
4.
Mengecek plagiat
Inovasi pendidikan di bidang akademik untuk mencegahnya
plagiarisme dapat menggunakan dengan alat anti-plagiarisme dan juga alat
referensi sangat dibutuhkan mahasiswa mengingat perkembangan informasi dan
teknologi yang semakin pesat serta terus-menerus berubah dalam hitungan jam
yang ada di dunia, dan tantangan global
di era Revolusi Industri. (wijaya,2016:10).
Salah satu contoh mengecek anti plagiasi yaitu:
2. Copy teks
artikel atau karangan yang akan di cek
3. Tekan
pilihan check plagiarism, tunggu beberapa menit untuk mendapatkn presentasenya.
4. Jika presentasenya
menunjukkan 0% maka artikel tersebut dinyatakan bebas dari plagiarisme dan jika
terdapat presentase diatas 10% dapat dikatakan terdapat plagiat, setelah itu
dapat di unduh hasil tersebut dengan mengeklik download repot, di situ akan
tahu dimana letak plagiat yang terdapat pada artikel yang dibuat.
Daftar rujukan
Wibowo, A. (2012). Mencegah dan menanggulangi plagiarisme di
dunia pendidikan. Kesmas: National Public Health Journal, 6(5),
195-200.
Widyartono, D. (2015). model Pembelajaran Menulis
Kutipan Berbasis Blended Learning. (http://adobsi.org/wp-content/uploads/2015/06/Didin-Widyartono.pdf), diakses 2015.
Widyartono, D. (2015). PANDUAN MENULIS KARYA ILMIAH DI PERGURUAN
TINGGI. Malang:UM
Wijaya, H (2016). Pencegahan Plagiarisme dengan
Anti-Plagiarism Software dan Reference Management Tools Sebagai Terobosan
Inovasi Pendidikan dalam Publikasi Karya Ilmiah. Skripsi Online, 1,
295-308.
Zalnur, M (2012). Plagiarism di Kalangan Mahasiswa dalam Membuat Tugas-Tugas
Perkuliahan pada Fakultas Tarbiyahiain Imam Bonjol Padang. Jurnal
Al-Ta’lim,1/No.1/ Februari 2012, hlm.
55-6.
Comments
Post a Comment